Ayangnya Bete Tiap Hari Di Mintain Olahraga Ngeskuyy Mulu 🗿
Selama bulan Ramadan, waktu makan kamu lebih singkat daripada biasanya. Jadi, banyak orang yang kemudian makan lebih banyak pada saat sahur maupun berbuka puasa.
INI LINK VIDEY NYA 👇👇👇
Alasannya, agar mendapatkan cukup energi untuk menjalani puasa maupun ibadah lain, seperti tarawih dan tadarus.
Padahal, makan terlalu banyak memiliki berbagai efek negatif, seperti refluks asam, merasa lesu, perut terasa tidak nyaman, dan lonjakan gula darah.
Sebagai solusinya, alih-alih makan berlebihan, lebih baik kamu selalu siap sedia makanan ringan yang sehat dan mengenyangkan. Jenis makanan ini menawarkan nutrisi yang baik bagi tubuh, membuat kamu kenyang lebih lama, tetap berenergi, sehingga mencegah makan berlebihan.
1. Oatmeal dengan susu dan kacang
Oat dikenal sebagai sumber serat larut beta-glukan yang efektif memperlambat pengosongan lambung. Beta-glukan dalam oat membantu mengontrol respons glikemik setelah makan. Respons gula darah yang lebih stabil berarti rasa kenyang bertahan lebih lama.
Tambahkan susu sebagai sumber protein. Protein meningkatkan sekresi hormon kenyang dan menekan grelin, hormon pemicu lapar. Asupan protein lebih tinggi diketahui berhubungan dengan peningkatan rasa kenyang dan kontrol nafsu makan.
Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi dengan profil asam amino lengkap. Penelitian menunjukkan sarapan berbasis telur dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan asupan kalori selanjutnya dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat sederhana.
Protein dalam telur memicu pelepasan hormon kenyang seperti GLP-1 dan peptide YY. Efek ini membantu menjaga energi lebih stabil selama puasa.
Dipadukan dengan nasi merah atau roti gandum, telur menjadi menu sahur sederhana namun efektif.
3. Nasi merah dan lauk berprotein
Nasi merah memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih. Makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna lebih lambat sehingga membantu mempertahankan rasa kenyang.
Serat dalam nasi merah juga berkontribusi pada perlambatan penyerapan glukosa. Konsumsi serat sangat penting untuk regulasi metabolik dan kesehatan pencernaan.
